Bupati Tidak setuju dan berang masyarakat kepulauan Meranti dikatakan bodoh

SELATPANJANG(SK) Saat ini perdebatan kandidat peserta Pilkada Kepulauan Meranti tahun 2020 yang dilaksanakan Senin (24/11/2020) malam menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan masyarakat.

 

Bukan persoalan terkait argumen program dan visi-misi yang ditawarkan, namun hal ini lebih kepada kalimat yang dilontarkan salah seorang calon yang dianggap mengeluarkan kata-kata tidak pantas dan terkesan mengandung unsur penghinaan.

 

Penyataan itu muncul ketika salah seorang calon Bupati H Adil melontarkan pertanyaan kepada Paslon nomor urut 2 yakni pasangan Hery Saputra dan Muhammad Khozin.

 

“Saya bertanya kepada Pasangan Calon nomor urut 2. Selama dan semenjak anda menjabat sebagai Kepala Bagian Kesra, tentu hari ini anda sebagai calon Bupati. Meranti sangat tertinggal, Meranti orang paling bodoh di Riau, dengan program saya mewujudkan program Meranti cerdas, anak-anak akan kita kuliahkan gratis S1 sampai S3 dan dari TK sampai dengan SMP kita berikan baju, tas gratis dan akan kita berikan juga sepeda. Apa tanggapan saudara bilamana saya jadi Bupati dan menurut saudara apakah ada larangan saya memberikan sepeda gratis kepada anak yang kurang mampu,” kata H. Adil.

 

Tidak hanya masyarakat, hal tersebut juga mengundang reaksi Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir. Bupati dua periode itu berang dan tidak setuju dengan pernyataan tersebut karena dianggap telah merendahkan martabat daerah.

 

“Menurut saya sebagai seorang calon Kepala daerah, itu bicaranya harus sesuai data dan fakta dan tidak boleh merendahkan martabat suatu daerah atau kelompok. Dan terkait dengan pernyataan tersebut saya pikir ini malah bertolak belakang dengan apa yang terjadi di Kepulauan Meranti,” kata Irwan, Selasa (24/11/2020) siang.

 

Diceritakan Irwan, memang saat awal dirinya menjabat tingkat kelulusan sekolah berada diurutan paling bawah. Namun seiring waktu berjalan hal itu tidak bertahan lama dan terus meningkat.

 

“Memang pada awal saat saya jadi bupati, tingkat kelulusan sekolah kita memang di nomor urut 12 dan itu terjadi pada tahun dibawah 2011, setelah itu kita malah pernah menduduki tiga besar dan sampai ini masih bertahan walaupun tidak berada di urutan bawah. Lalu kalau dikatakan anak Meranti bodoh, saya juga anak Meranti, saya tidak terima juga dikatakan bodoh,” ungkap Irwan.

 

Bupati juga mengatakan pihaknya juga telah mengirimkan anak Kepulauan Meranti untuk melanjutkan pendidikan ke universitas di Indonesia dengan berbagai bidang keilmuan. Baik itu ilmu agama maupun lainnya.

 

“Kemudian hal lainnya juga kita sudah menyekolahkan anak Meranti jumlahnya cukup besar bahkan diberbagai bidang keilmuan. Salah satunya 25 orang di Alquran center Batam dan dilanjutkan ke Bogor dan Alhamdulillah hari ini ada yang mewakili Riau dan Kepri juara di tingkat nasional saya pikir ini capaian prestasi yang luar biasa dan lompatannya itu ditiru oleh kabupaten kota lainnya. Itu sisi agama, kemudian 30 orang di UGM dan sudah bekerja di perusahaan terkemuka multinasional, kita juga menyekolahkan ke ITB yang membuat infrastruktur di Meranti menjadi semakin baik, dulukan kita tidak punya tenaga ahli. Selain itu kita juga menyekolahkan ke IPB sehingga hari ini kita melihat seperti Peternakan dan perkebunan semakin berkembang. Selanjutnya lagi kita kirim 60 orang untuk melanjutkan studi di Akuntansi UNRI, hasilnya kita menghasilkan 8 kali WTP berturut-turut dan itu capaian yang tidak banyak dicapai daerah lain,” beber Irwan.

 

Irwan menambahkan, statement yang tidak didukung oleh data yang kuat akan menjadi sebuah kebohongan. Dia juga mengatakan sebaiknya calon-calon pemimpin tidak merendahkan martabat daerahnya sendiri.

 

“Ini saya pikir membangun stigma dengan data dan fakta yang tidak kuat itu nanti akan menjadi kebohongan.

Sebaiknya sebagai calon pemimpin tidak berbicara terhadap hal-hal yang bersifat kebohongan dan juga tidak merendahkan martabat daerahnya sendiri, apalagi yang mengatakan itu adalah seorang anggota legislatif yang juga sudah menjabat banyak periode,” ujarnya.

 

Terkait dengan calon-calon seperti itu, Irwan mengatakan hal tersebut perlu menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin ke depannya.

 

“Jadi bagaimana mau memperbaiki situasi, jika selama menjabat dia sendiri tidak berbuat apa-apa dan tidak punya kontribusi terhadap apa yang disampaikan sendiri. Menurut saya ini juga menjadi suatu pertimbangan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin Meranti yang akan datang dan terhadap figur-figur yang mengecam, suka merendahkan dan suka membohongi dan memberikan janji-janji palsu itu layak dan patut untuk dipertimbangkan untuk didukung masyarakat,” pungkasnya. (Jml)

4 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x