Ketua BAZNAS angkat Bicara | Jangan Mudah Terprovokasi oleh Isu-Isu yang Beredar

SUARAkedaulatan.com – Masyarakat diharapkan cerdas dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi-informasi / isu- isu yang belum jelas kebenarannya, ditambah lagi dengan Akan di Adakannya rencana aksi gerakan umat muslim Riau pada Rabu, 23 Desember 2020, dengan adanya hal tersebut, Ustadz Ali Ambar (Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis) menghimbau kepada masyarakat Indonesia, terutama umat Islam, agar menjaga, merawat, dan mengawal keutuhan NKRI, Dan menyerukan jangan mudah terprovokasi oleh sekelompok orang Tertentu yang ingin memecah belah bangsa. 

 

“Oleh sebab itu masyarakat harus pintar memilahnya. Informasi-informasi muncul di media sosial harus diperhatikan terlebih dahulu sehingga tidak mudah terhasut,” ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Bengkalis (Ustadz Ali Ambar) dalam keterangannya, Rabu (23/12/20)

 

Menurutnya, masyarakat harus memahami adanya provokasi yang bisa mengarah kepada konflik sosial yang bisa berakibat pada bentrokan fisik. Untuk itu masyarakat harus bisa lebih berhati-hati memilih dan menyebarkan berita.

 

“Kuncinya tentu masyarakat harus paham bahayanya,” (.kata Ali Ambar)

 

Dia menyampaikan, agar tidak mudah termakan hoaks dan hasutan sehingga perlu dikroscek dari beberapa sumber yang ada. Masyarakat diminta untuk bersabar dalam memilah berita dan tidak langsung menelan begitu saja.

 

“Kita tunggu dulu, kita cek dulu ke beberapa sumber yang lain baru kita membuat kesimpulan. Jadi kita jangan mudah termakan oleh informasi yang mungkin disebar melalui grup WA (WhatsApp), facebook atau media sosial lain,” tuturnya.

 

Ali Ambar yang juga Dosen di STIE Syari’ah Bengkalis berharap, masyarakat jangan mau membaca informasi dari situs abal-abal. Jika masyarakat merasa bingung dengan informasi yang ada maka perlu cari tahu dari sumber-sumber yang valid lainnya.

 

Secara prinsip media, media yang bisa dipercaya adalah media yang sudah terdaftar di Dewan Pers yang bisa lebih terjamin ke validannya,” tandasnya.

 

Selain itu, Ustadz Ali Ambar juga menyarankan bahwa perlu ada kegiatan silaturahmi antara tokoh masyarakat atau tokoh agama yang ditengahi oleh pemerintah sebagai penyambung lidah antara pemerintah dengan masyarakat.

 

Saya rasa ke depan harus diperbanyak kegiatan untuk saling mempertemukan suara-suara masyarakat, jadi kita bisa menyamakan persepsi untuk melawan informasi provokasi dan adu domba itu,” pungkasnya. (Mhd)