Dampak Kuat Terjadinya Banjir | Warga Desa Dedap sebut : Ulah PT RAPP

MERANTI, (suarakedaulatannews.com) – Banjir Yang menggenang di beberapa wilayah untuk saat ini terbilang cukup banyak, Sayang nya Penduduk Warga Desa Dedap Kecamatan Tasik Putri Puyu Berdampak Kuat Akibat Hujan deras yang mengguyur disertai angin kencang, sehingga menyebabkan Desa Dedap terendam banjir.

Tak hanya itu, dampak yang terjadi mengakibatkan fasilitas umum seperti kantor desa, sekolah, masjid, gedung Poskesdes juga terendam banjir.

Baca Juga : Resmi! Kemenhub Serahkan Operasional Roro Insit-Pecahbuyung ke Bupati Meranti

Atas peristiwa yang terjadi, Pemerintah desa dedap langsung tanggap akan petistiwa ini dan melakukan pengecekan kehutan bersama masyarakat, setibanya di lokasi kanal PT RAPP yang di temui oleh Pemerintah Desa dan media ternyata salah satu penyebab banjir adalah ulah PT RAPP karena air kanal yang hampir meluap itu di buang ke sungai dedap sehingga menimbul kan kebanjiran.

Setelah di lakukan pertemuan dengan pihak PT RAPP mereka komitmen akan membantu warga yang terdampar banjir

Kepala Desa Dedap, (Mansur) selain Perihal Yang sudah terkonfirmasi kepada PT RAPP, ia juga mengatakan, kenaikan air yang telah menggenangi tiga dusun itu juga dikarenakan pasang air laut yang ikut merendam desa tersebut. Ujarnya

“Lanjutnya, Ketinggian air yang mencapai hingga 1 – 1.40 meter mengakibatkan 500 Lebih (KK) terkena dampaknya, untuk itu Kami sangat Butuh Bantuan logistik seperti bahan makanan karena selama banjir belum surut warga kami tidak bisa bekerja sehingga sulit untuk mendapatkan bahan makanan,” Harapnya.

Baca Juga : Bupati Tidak setuju dan berang masyarakat kepulauan Meranti dikatakan bodoh

 

Dengan sigap, cepat dan tanggap Kalaksa BPBD Kepulauan Meranti melalui Kepala Seksi Logistik, Amri Umar ketika mengetahui hal itu mengatakan, pihaknya akan segera mengirimkan bantuan logistik makanan bagi warga Desa Dedap yang terdampak banjir.

“Tak Hanya bahan Makanan, kita juga akan siapkan posko untuk kesehatan, tenda-tenda yang diperlukan, termasuk lokasi pengungsian, (Azwan Anas)