Manfaatkan Dana Desa, Warga Membuat Saluran Tali Air

MERANTI (suarakedaulatannews.com) – Program padat karya tunai (PKT) yang dicanangkan pemerintahan Presiden Jokowi mulai membuahkan, hasil salah satunya di Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti tepatnya di desa Banglas Barat. Di desa tersebut, warga bergotong royong membangun saluran tali air menggunakan dana desa untuk membangun saluran tali air di jalan sedulur menuju pelabuhan penyeberangan. Total dana yang di habiskan sebesar Rp.35 juta sepanjang 2000 meter.

Dari dana itu, warga itu mampu membuat saluran tali air yang berpungsi mengalir ke laut. Kepala desa banglas barat Asnawi Nazar, S.Ip mengatakan pihaknya memperkerjakan sebanyak 25 orang berkerja untuk membuat saluran tali air tersebut. Asnawi Nazar memastikan seluruh perkerja yang di kerahkan untuk membangun saluran tali air itu merupakan warga asli desa banglas barat. “Kami memperkerjakan selama 10 hari” ucap Asnawi nazar kepada suarakedaulatannews.com kamis (21/1/2021) di ruang kerjanya.

Asnawi mengaku merasakan langsung manfaatnya program PKT dari dana desa. Menurutnya, selain untuk membangun Infrastruktur desa, adanya bantuan dana melalui program padat karya tunai ini juga menumbuhkan kesadaran warga untuk membangun desa secara mandiri. Dengan adanya UU desa, pemerintah memberi bantuan yang bermanfaat untuk masyarakat kecil dan dampaknya oleh kami pemerintah desa banglas barat, ujar Asnawi. Saat ini kata Asnawi pembangunannya telah mencapai 60 persen. Nantinya aliran air yang mengalir ke laut akan di rasakan oleh warga masyarakat banglas barat. Targetnya bulan ini selesai 100 persen. Nanti akan merasakan kenyaman bagi masyarakat, tidak ada lagi banjir. Dengan pembuatan tali air ini di harapkan akan memudah aliran air mengalir ujarnyanya.

Di harap pada tahun mendatang pemerintah tetap memberikan bantuan untuk kembali membangun saluran tali air di sejumlah titik lain” kami masih fokos pada saluran tali air pihaknya melakukan pembangunan yang dananya bersumber dari program padat karya tunai, di antaranya untuk pembuatan lingkungan, dan pembangunan lain jalan yang di butuh warga”.

Program padat karya tunai di desa( PKTD) merupakan kegiatan pembedayaan masyarakat desa , khususnya yang meskin dan marginal yang bersipat produktif. Program ini di jalan kan dengan mengutamakan pemanfaatan bersumber daya, tenaga kerja dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah atau pendapatan. Selain itu, PKT juga di targetkan mampu meningkatkan daya beli, mengurangi kemiskinan, dan sekali gus mendukung penurunan angka stuting. Program ini merupakan arahan langsung dari presindin jokowi, yang di laksanakan untuk seluruh indonesia .

Keputusan bersama ( SKB) 4 menteri yakni menteri PPN / Bappenas, menteri keuangan, menteri dalam negeri, dan menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi pada 18 desember 2018 lalu memandatkan, bahwa dana desa di gunakan untuk padat karya tunai di desa. Dalam SKB -4 menteri di sepakati bahwa kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmegrasi melakukan penguatan pendaping profisional untuk mengawal pelaksanaan padat karya tunai di desa, dan berkordinasi dengan pendaping lainnya dalam program pengetasan kemiskinan ( Idrus.s)