Terpilih Se-provinsi Riau.!!! Desa Damai adakan sekolah Lapang Petani Gambut

BENGKALIS (SK) Desa Damai, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau mendapat kehormatan menjadi tempat pembukaan Sekolah Lapang Petani Gambut (SLPG) yang dibina oleh Badan Restorasi Gambut (BRG). Acara pembukaan SLPG ini dipusatkan kantor desa Damai. Tahun ini kegiatan SLPG di Provinsi Riau meliputi peserta dari 39 Desa se-provinsi Riau.

Sekolah Lapang Petani Gambut mengajarkan para petani mengembangkan pertanian alami dengan teknik tanpa bakar. “Kegiatan ini juga bertujuan mendukung pencegahan kebakaran di lahan gambut. Para petani perlu solusi praktis dalam pertanian. Tidak bisa hanya dengan larangan membakar,” demikian dijelaskan Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi.

Pelatihan awal dalam rangkaian SLPG berlangsung selama 4 hari. Para petani mendapat materi terkait konsep dasar ekosistem gambut, teknik fasilitasi kelompok tani, hingga praktik langsung pembuatan pupuk organik, pembenah tanah dan pestisida alami. Tidak lupa diberikan materi pengenalan pemasaran.

Dalam acara pembukaan, Kepala Desa Damai menyampaikan terimakasih dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan SLPG. Ia percaya model sekolah ini akan sangat bermanfaat bagi petani gambut khususnya agar lahan-lahan gambut yang terlantar selama ini bisa memberi nilai tambah bagi kesejahteraan petani. Ke depan petani sudah tahu cara mengelola gambut tanpa bakar.“Sekolah ini berbeda dengan pelatihan pada umumnya, karena memadukan teori, kegiatan, sekaligus tindakan nyata untuk mengembangkan kemampuan bertani di lahan gambut”.

Kepala Desa Damai Rosmali juga menyampaikan hal Mayoritas lahan Desa damai adalah bergambut dan petani perlu terus mendapat asupan pengetahuan cara mengelola lahan gambut agar perlahan-lahan bisa mengubah cara pandang dengan melihat praktik nyata dari kebun percontohan yang sudah dibuat.

Salah satu instruktur SLPG, , menambahkan, “Lahan gambut punya karakteristik lahan yang unik. Karena itu petani harus diajarkan untuk bertani secara alami dan tanpa bakar dengan tetap mempertahankan produktifitas pertanian.” Menurutnya pendekatan ini akan menjawab empat tantangan pengelolaan ekosistem gambut yakni, mencegah kebakaran lahan gambut, mencegah degradasi lahan gambut akibat penggunaan pupuk kimia, peningkatan pendapatan petani, serta perlindungan ekosistem gambut.

Petani peserta SLPG pun merasa senang bisa bergabung dalam kegiatan ini. Seperti kata salah seorang petani gambut di desa damai “Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh petani di lahan gambut. Terutama pengetahuan tentang cara membuat pupuk organik. Dari kegiatan bersama BRG ini kami tahu bagaimana pemanfaatan sampah dan tanaman-tanaman di sekitar kebun untuk membuat pupuk maupun pestisida alami dan mengolahnya.(kaydi)

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x