Alasan Sri Mulyani Yakin Ekonomi Tumbuh Positif Meski Ada Corona

Jakarta –  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakin proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh di zona positif meski melambat di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

“Tiga negara yang masih akan bertahan atau berada di teritori positif adalah Indonesia, Tiongkok dan India,” kata Sri Mulyani saat rapat kerja bersama BI, OJK dan LPS dengan Komisi XI DPR RI secara virtual di Jakarta, Senin, 6 April 2020.

Sri Mulyani menjelaskan proyeksi pertumbuhan itu sesuai dengan perkiraan lembaga keuangan internasional seperti Bank Pembangunan Asia (ADB) pada April 2020 yang menyebut pertumbuhan ekonomi RI tahun ini mencapai 2,5 persen. Sedangkan Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI berkisar negatif 3,5 persen hingga 2,1 persen.

Adapun lembaga pemeringkat Moody’s memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI tahun ini mencapai tiga persen dan akan kembali naik pada tahun 2021 sebesar 4,3 persen. Dengan proyeksi itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan beberapa negara besar di kawasan.

Lebih jauh, Sri Mulyani menyebutkan, berdasarkan proyeksi Bank Dunia, perkiraan pertumbuhan ekonomi Cina meski melambat tapi masih di zona positif kisaran 0,1 hingga 2,3 persen dan proyeksi ADB mencapai 2,3 persen. Sedangkan India diproyeksi tumbuh 4 persen.

Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi pertumbuhan ekonomi global bakal negatif di tengah Covid-19. JP Morgan memprediksi negatif 1,1 persen dan proyeksi pertumbuhan dari The Economist Intelligence Unit negatif 2,2 persen.

 

sumber: https://bisnis.tempo.co/read/1328573/alasan-sri-mulyani-yakin-ekonomi-tumbuh-positif-meski-ada-corona/full&view=ok