Terpuruk’nya Agararia Tanah di Provinsi Jambi Petani Masih Miskin

Jambi,Suara Kedaulatan News – Hari Tani 24 September 2021 genap 61 Tahun petani nasional khususnya Provinsi Jambi masih digaris kemiskinan 

 

Bentuk peringatan sejarah para petani bebas dari penderitan dalam kegiatan Gestur Jambi dan Mahasiswa mengadakan pangung Rakyat yang bertempat di area pagar luar Gubernur hari Kamis 23 September 2021 jam 8 pagi sampai selesai 

 

Korlap Dodi juga beorasi di atas pangung bersama Gerakan mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan WALHI 

 

“Percepatan penyelesaian konflik agararia dan penguatan kebijakan Reforma agraria menegakan kedaulatan pangan dan memajukan kesejahteraan Petani dan Rakyat ungkap Dodi 

 

Di duga Pemerintah masih adanya keberpihakan kepada perusahan sehinga petani jadi korban banyaknya Dugaan Sertifikat tumpang tindi Yosua Gultom perwakilan gerakan mahasiswa Nasional Indonesia juga mengatakan petani harus sejahtera.

 

Tuntutan Gestur” Gerakan suara Tuntutan Rakyat jambi

1. Food Estate & Pertambangan

2. Tolak Undang – Undang Cipta Kerja 

3. Hak atas tanah untuk Perempuan

4. Stop Kriminalisasi terhadap Buruh Tani kaum miskin kata pejuang agraria petani dan aktivis lingkungan masyarakat adat dan buruh

5. Mitigasi konfilik satwa dan petani 

6. Tolak peti dan tambang rakyat

7. Stop perampasan tanah rakyat

 

Ungkap korlap gerakan suara Tuntutan Rakyat jambi ( Gestur ), Dodi dalam tujuh poin yang tercantum masih banyaknya dugaan pelangaran agararia di provinsi Jambi yang belum tuntas 

 

 

 

Dalam Menerbitkan Keppres No 169 /1963 Keppres ini di tetapkan untuk mengenang tertibnya UU – NO 5/ 1960 tentang pokok (UUPA ) 

 

 

 

Perpes Nomor 88/2017 tentang penyelesaian penguasaan tanah di dalam kawasan hutan dan perpes Nomor 86/2018 tentang kepemilikan tanah di Indonesia 

 

 

“Tindak lanjut dari arahan presiden RI pada tangal 29 Januari 2021 kepada staf kepresidenan RI menandatangani surat keputusan No IB/ T Tahun 2021 tentang pembentukan TIM percepatan penyelesaian konfilik Agraria 

 

Dan peguatan kebijakan reforma agararia ( PPKA – PKRA ) tahun 2021 sehinga jangan ada lagi kesenjangan terhadap Rakyat khususnya di provinsi Jambi” ucap Dodi (Yose rizal)